Membasuh Hati di Lapangan Sekolah: Cerita Khidmat Isra’ Mi’raj di SMA Negeri Kalisat
Kalisat, 23 Januari 2026 – Jumat pagi (23/1) yang sejuk di SMA Negeri Kalisat terasa sedikit berbeda. Sejak pukul 07.00 WIB, lapangan utama yang biasanya riuh dengan aktivitas olahraga, berubah menjadi lautan putih yang tenang. Ratusan siswa bersimpuh, menundukkan kepala dalam gema Istighosah dan Doa Bersama yang khusyuk.
Peringatan Isra’ Mi’raj 1447 H tahun ini bukan sekadar seremoni tahunan. Di bawah tema "Meningkatkan Kualitas Iman dan Ibadah", acara ini menjadi momen "istirahat sejenak" bagi seluruh warga sekolah untuk berserah diri dan memohon keberkahan melalui doa-doa yang dilangitkan bersama.
Setelah suasana batin ditenangkan dengan doa, energi positif mulai mengalir melalui lantunan Sholawat dari ekstrakurikuler Remaja Musholla (REMUS). Menariknya, di sela-sela gema sholawat yang syahdu tersebut, tampil Tari Saman yang dibawakan oleh kelompok tari SMA Negeri Kalisat.
Kombinasi ini menciptakan harmoni yang memukau: suara vokal yang memuji Rasulullah berpadu dengan ketukan tangan dan gerakan enerjik para penari. Kekompakan mereka seolah menjadi simbol visual dari pesan kebersamaan dan kedisiplinan—nilai-nilai utama yang juga diajarkan dalam ibadah shalat.
Ibu Dora Indriana, S.Pd, M.Pd, selaku Kepala SMA Negeri Kalisat, dalam sambutannya memberikan pesan yang sangat menyentuh. Beliau menekankan bahwa perjalanan agung Rasulullah dalam Isra’ Mi’raj harus menjadi cermin bagi siswa untuk meningkatkan kedisiplinan, baik dalam menuntut ilmu maupun dalam menjalankan perintah agama.
Puncak acara diisi oleh Ustadz Hutri Agus Prayudo, M.Pd.I., pendiri Majelis Gaul. Dengan gaya komunikatif khas milenial, beliau membedah makna shalat sebagai benteng karakter generasi muda di era digital. Beliau berhasil meyakinkan para siswa bahwa menjadi religius bisa tetap dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan relevan dengan zaman sekarang.
Sebagai penutup, suasana berubah ceria dengan Lomba Fashion Show Muslim. Perwakilan tiap kelas tampil percaya diri memamerkan busana muslim yang kreatif namun tetap syar’i. Kompetisi ini menjadi wadah bagi siswa untuk berekspresi, membuktikan bahwa identitas muslim bisa bersanding manis dengan kreativitas tanpa batas.
Melalui rangkaian acara ini, SMA Negeri Kalisat berharap seluruh civitas akademika dapat memetik hikmah dari perjalanan suci Nabi Muhammad SAW dan mengaplikasikannya dalam keseharian, terutama dalam menjaga kualitas ibadah di tengah kesibukan sekolah.
